MAKALAH PENGARUH PERKEMBANGAN TELEPON BAGI KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA
MAKALAHPENGARUH PERKEMBANGAN TELEPON BAGI KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada era globalisasi ini perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat dan pesat. Salah satunya dibidang
komunikasi dimana saat ini komunikasi yang cepat dan praktis sangat dibutuhkan.
Dengan adanya telekomunikasi ini dapat diketahui sebuah informasi dan dapat
berbicara tanpa mengenal batas dimana dan kapanpun. Salah satu teknologi
dibidang komunikasi yang paling praktis adalah telepon seluler (handphone).
Telepon seluler atau telepon genggam (handphone) saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Dimana hampir setiap orang, termasuk mahasiswa, menggunakan telepon seluler
untuk mempermudah melakukan komunikasi serta mendapatkan
informasi. Telepon seluler adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang
mempunyai kemampuan dasar dengan telepon fixed line konvensional, tetapi
dapat dibawa kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon
menggunakan kabel (nirkabel, wireless).
Sekarang ini kepemilikan telepone seluler
tidak hanya didasarkan pada fungsi utama telepon seluler
yakni sebagai alat komunikasi, tetapi kelengkapan
fitur-fitur serta desain produk juga menjadi dasar pertimbangan konsumen dalam
memilih jenis atau merek telepon seluler yang akan digunakan.
Seperti yang telah diketahui, bahwa sekarang ini perkembangan teknologi semakin
hari semakin pesat. Begitu juga dengan perkembangan teknologi telepone seluler, baik kualitas, fasilitas serta fitur-fiturnya terus berkembang
seiring jalannya waktu guna memanjakan pemiliknya. Telepon seluler saat
ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi verbal saja, tetapi juga
sebagai alat pengambil gambar, pemutar musik, penyimpan data, dan lain
sebagainya. Keberadaan handphone pada saat ini tidak hanya digunakan oleh
kalangan dewasa saja. Sekarang anak-anak pun sudah banyak yang memiliki
handphone dengan kecanggihan yang tidak kalah dengan handphone orang dewasa.
Sehingga dampaknya terjadi tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada
anak-anak. Karena kecanggihan Handphone lah yang membuat banyak orang menjadi
autis (dalam arti sibuk dengan handphonenya masing-masing) dengan adanya
kehadiran jejaring sosial seperti facebook, twitter dan lain-lain, yang sudah
menjadi kelengkapan aplikasi pada handphone. Karena hal itulah masyarakat zaman
sekarang tidak dapat dipisahkan oleh telepon seluler atau handphone hal inilah yang menyebabkan menurunya nilai-nilai
yang terkandung dalam aspek-aspek kebudayaan masyarakat indonesia yang telah
ada, dimana telepon seluler sudah menjadi bagian penting dalam aspek kebutuhan
masyarakat yang membuat di era globalisasi ini telepon seluler sudah menjadi
budaya atau ciri khas dari kalangan pemuda masyarakat indonesia.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis
tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang perkembangan telepon seluler yang berdampak terhadap kebudayaan masyarakat
Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1. apa itu telepon seluler ?
2. Bagaimana perkembangan telepon seluler di Indonesia?
3. Mengapa telepon seluler menjadi bagian penting dari masyarakat
Indonesia?
4. Bagaimana kebudayaan masyararakat Indonesia bisa terpengaruh oleh
perkembangan telepon seluler?
1.3 Tujuan
Masalah
1. Untuk menjelaskan tentang pengertian telepon
seluler
2. Mendeskripsikan
perkembangan telepon seluler yang ada
di Indonesia
3. Untuk mengkaji penyebab telepon seluler menjadi bagian penting dari
masyarakat Indonesia
4. Mendeskripsikan pengaruh telepon seluler terhadap kebudayaan masyarakat
Indonesia.
1.4
Prosedur Pemecahan Masalah
1. Memberikan pembelajaran yang
lebih dalam lagi mengenai telepon seluler.
2. Memberikan beberapa gambaran mengenai perkembangan telepon seluler yang
ada di Indonesia.
3. Memaparkan mengenai seberapa pentingnya telepon seluler.
4. Memaparkan beberapa contoh kebudayaan masyarakat Indonesia yang
terpengaruh oleh perkembangan telepon seluler.
1.5 Sistematika Pembahasan
1. Telepon seluler
2. Perkembangan telepon seluler di indonesia
3. Telepon seluler merupakan bagian penting dari masyarakat
Indonesia
4. Pengaruh perkembangan
telepon seluler terhadap kebudayaan masyarakat indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Telepon Seluler
Telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik
yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional
saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile)
dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).
Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code
Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia
adalah Asosiasi
Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).
Penemu sistem
telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang
karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak
disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi
Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC.
Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan
mudah dibawa bepergian secara fleksibel. Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam
dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di
Philadelphia,
12 Maret
1918, ia memang diakui
dunia sebagai pakar dalam bidang switching.
2.2 Perkembangan Telepon Seluler di Indonesia
Perkembangan telepon seluler di Indonesia terjadi dalam beberapa tahapan
dalam perkembanganya dimana di setiap tahapanya telepon seluler mengalamai
evolusi atau perubahan secara perlahan dan bertahap sampai dengan zaman era
globalisasi saat ini, dimana disetiap tahapanya telepon seluler ini menjadi
semakin menarik dan diminati untuk semua kalangan dan lapisan masyarakat.
Telepon genggam
generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang
sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon
seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon
seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram.
Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan
1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi
antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena
bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu
kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk
dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan
performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki
masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas
pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.
Telepon seluler tahun 1996 Generasi kedua dimana untuk telepon seluler generasi ini bisa
dibilang bawhwa pelopor perkembangan telepon seluler di Indonesia dimana kurang
lebih pada tahun 1996 telepon seluler mulai dikenal oleh masyarakat indonesia
dan dimana masih sangat minim penggunanya karena memiliki harga yang relatif
cukup tinggi bagi masyarakat yang keadaan ekonominya berada pada status
menengah kebawah, generasi kedua ini atau 2-G muncul
pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa
menggunakan teknologi GSM.
GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi
1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang
lebih besar. Pada generasi 2G sinyal
analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital
memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Telepon seluler pada generasi ini
juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan
teknologi chip
digital.
Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai
yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat
yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek
radiasi
yang membayakan pengguna.
Ponsel
3-G generasi
ini disebut juga 3G
yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan
yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam
3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for
GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari
generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan
jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi
ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat
fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang
digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows
Mobile. Telepon
seluler generasi ketiga merupakan bukti dari pentingnya telepon seluler bagi
masyarakat indonesia dimana dari generasi ketiga ini dimana internet sebagai
penghubung media sosial dan tempat mencari informasi menjadi sangat penting dan
perlu bagi untuk semua golongan sosial masyarakat baik untuk kaum remaja dan
dewasa dimana telepon seluler mendapat peranan penting dalam proses perkembangan informasi, apalagi ditunjang dari
segi harga telepon seluler yang ekonomis dimana hampir semua kalangan
masyarakat dapat membeli dan menikmati fitur-fitur yang ada dalam telepon
seluler. Jika kita simpulkan maka di era telepon seluler generasi keiga ini
merupakan simbol atau ciri khas pemuda dan pemudi masyarakat indonesia dimana
telepon seluler mempunyai peranan penting dalam kegiatan keseharian masyarakat
beserta aktivitasnya, baik bagi pelajar maupun bagi pekerja.
Generasi keempat ini disebut juga Fourth
Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru
dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah
ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN,
Bluetooth,
dan lain-lain. Sistem 4G
berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk
menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan
penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global,
dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G
memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai
aplikasi multimedia seperti, video conferencing, online game, dan
lain-lain.
Dari generasi ke generasi dimana telepon seluler yang terus berkembang dan
maju membuat telekomunikasi menjadi sangatlah mudah cepat dan murah, ditambah
lagi dengan munculnya fitur-fitur yang mendukung telepon seluler menjadikan
masyarakat Indonesia semakin termotivasi untuk memilikinya, dikarenakan dengan
adanya fitur-fitur yang terdapat pada progam telepon seluler membuat
mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dengan cepat. Dengan adanya
fitur seperti internet yang terdapat pada telepon seluler dapat membantu dan
menghibur semua golongan masyarakat yang ada.
2.3
Penyebab Telepon Seluler Menjadi Bagian Penting Dari Masyarakat Indonesia
Jika kita mengkaji mendalam alasan mengapa telepon
seluler menjadi bagian penting dari masyarakat Indonesia maka kita kita harus
mengetahui fungsi telepon seluler dimana kita ketahui fungsi ponsel disini
digunakan tujuanya adalah sebagai media untuk mempermudah manusia dalam
memenuhi kebutuhanya, dimana disini terdapat pihak lain dimana pihak lain
tersebut sebagai penjual atau pembuat produk dan masyarakat sebagai konsumen.
Jika kita simpulkan maka ada hubungan antara produsen dengan konsumen atau
terjalin hubungan komunikasi antara pihak produsen dengan pihak konsumen yang
secara tidak langsung melalui komunikasi tersebut mempengaruhi konsumen.
Kata komunikasi berasal dari kata
latin, yang berarti “sama” komunikasi kemudian dapat di anggap sebagai proses
menciptakan suatu kesamaan atau suatu kesatuan pemikiran antara pengirim dengan
penerima. Artinya, diperlukan kesamaan pemikiran yang dikembangkan antara
pengirim dan penerima jika diharapkan terjadi komunikasi. Kesamaan pemikiran
ini membutuhkan adanya hubungan yang saling berbagi antara pengirim (pemberi
iklan, penjual, pembuat misalnya.) dengan penerima (konsumen). Ketika menyusun
sebuah komunikasi yang efektif diperlukan sebuah strategi komunikasi pemasaran
dengan harapan pesan yang dikirim pemberi iklan mendapat respon yang positif
dari para konsumen. Terdapat beberapa elemen penting dalam komunikasi dalam pemasaran
antara lain: (1) Sumber (source) atau pengirim pesan dalam orang atau kelompok
memberikan pesan terhadap kelompok atau orang lain melalui kalimat kalimat atau
simbol-simbol. (2) pesan (massage) adalah suatu ekspresi simbolis dari
pemikiran sang pengirim dalam komunikasi pemasaran pesan dapat berbentuk sebuah
iklan, sebuah presentasi penjualan, sebuah rancangan kemasan dan berbagai
petunjuk ditempat-tempat pembelian tersebut. (3) saluran penyampaian pesan adalah
saluran yang dilalui pesan dari pihak pengirim, untuk disampaikan kepada pihak
penerima seperti media elektronik atau yang lainya. (4) penerima adalah orang
atau kelompok yang menerima pesan dari penjual dan menjadi calon konsumen (5)
umpan balik adalah memungkinkan sumber pesan memonitor seberapa akurat pesan yang
disampaikan kepada penerima pesan atau konsumen.
Dari komunikasi yang dilakukan oleh
pihak produsen diatas biasanya akan menimbulkan kekuatan sosial yang dapat
menggerakan proses sosial kearah suatu tujuan yang akan diterapkan lebih
dahulu. Efek yang ditimbulkan dari pesan yang dilakukan oleh pihak produsen
terdapat tiga macam yaitu efek kognitif, efek afektif, dan efek behavioral.
Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya
imformatife bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini bagaimana media pesan dapat
membantu masyarakat dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dang
mengembangkan ketrampilan kognitifnya, dimana melalui media pesen kita dapat
mengetahui informasi tentang benda atau tempat yang belum pernah kita kunjungi.
Efek afektif pada efek ini kadarnya lebih tinggi daripada efek kognitif tujuan
komunikasi bukan sekedar memberitahu masyarakat (konsumen) tentang sesuatu tapi
lebih dari itu, konsumen diharapkan dapat turut merasakan. Efek behavioral
merupakan akibat yang timbul pada diri konsumen dalam bentuk prilaku, tindakan
atau kegiatan, efek behavioral dapat timbul jika pesan yang disampaikan kepada
konsumen melalui berbagai media dapat diterima dan disukai oleh konsumen.
Secara keseluruhan proses usha komunikasi pemasaran diarahkan terhadap tujuan
dari produsen seperti (1) membangkitkan keinginan terhadap kategori produk, (2)
menciptakan kesadaran akan merek (3) mendorong sikap positif dan mempengaruhi
niat pembeli.
Jadi
jika disimpulkan maka telepon seluler menjadi bagian penting dari masyarakat
indonesia tidak hanya karena kebutuhan pribadi saja namun juga ada faktor lain
yang mendorong masyarakat indonesia untuk menjadi pengguna telepon seluler seperti
pihak pembat telepon seluler dengan mengenalkan fitur-fitur yang menguntungkan
pengguna telepon seluler dimana fitur-fitur tersebut dapat menunjang kebutuhan
masyarakat Indonesia. Jadi dengan kata lain terdapat kepentingan-kepentingan
baik kepentingan individu maupun kelompok yang membuat telepon seluler menjadi
bagian penting dalam masyarakat indonesia, dan kita bisa dikatan sudah
membudaya apalagi dikalangan pemuda dan pemudi masyarakat indonesia dimana
telepon seluler menjadi trend atau ciri khas pemuda, yang mana di era
globalisasi ini telepon seluler tidak hanya digunakan oleh kaum pemuda saja
namun anak-anak dan orang tua juga sudah mulai menggunakan telepon seluler ini
2.4
Pengaruh Perkembangan Telepon Seluler Terhadap Kebudayaan Masyarakat Indonesia.
Pengaruh telepon seluler di Indonesia ada dua
yaitu faktor ekstern(dari luar) dan faktor intern (dari dalam) untuk faktor
ekstern adalah perkembangan teknologi yang berkembang pesat dari mancanegara
dimana secara tidak langsung dan bertahap mempengaruhi negara negara lainya
salah satunya Indonesia dimana faktor kebutuhan yang semakin meningkat membuat
pemuas kebutuhan meningkat dan berkembangcontohnya seperti telepon seluler.
Jika dulu masyarakat indonesia untuk melakukan komunikasi melalui surat
sekarang melalui pesan singkat dimana pesan singkat lebih cepat dan murah dan
juga dengan fitur fitur telepon seluler yang semakin berkembang membuat
pengguna telepon seluler menjadi lebih puas.
Faktor intern disini disebabkan oleh
dampak dampak yang timbul dari berkembang pesatnya telepon seluler yang semakin
maju dan cangih di Indonesia, dimana terdapat dampak positive dan juga dampak
negative. Telepon seluler merupakan salah satu dari perkembangan teknologi. Dengan
kecanggihan teknologi saat ini, fungsi telepon seluler tidak hanya sebagai alat komunikasi
biasa, tetapi manusia juga dapat mengakses internet, pesan singkat (SMS),
berfoto dan juga saling mengirim data. Dampak yang ditimbulkan dari handpone
mungkin tidak kita sadari sama sekali. Selain memudahkan dalam berkomunikasi
sebagai dampak positif yang manusia dapatkan, terdapat pula dampak negatif yang
manusia dapatkan sebagai akibat menggunakan handphone atau telepon
genggam ini.
Dampak
positive penggunaan
telepon seluler yang pertama adalah meningkatkan konektivitas, baik jarak dekat
maupun jarak jauh dan mengurangi jumlah waktu dimana kita tidak bisa
berkomunikasi dengan orang lain. Menurut Kate Fox dari Pusat Penelitian
Masalah Sosial, telepon seluler memfasilitasi “terapi gosip” dan bertindak
sebagai “garis hidup sosial” di dunia modern yang sibuk saat ini. Kita perlu
hadir secara fisik dengan seseorang di era pra-handphone, hari ini kita dapat
berbicara dengan seseorang dimana saja sambil berjalan-jalan atau duduk di
kafe.
Kedua, dampak
telepon seluler telah mempengaruhi cara seseorang melakukan bisnis. Sebuah studi
di tahun 2007 oleh Australia National University melaporkan bahwa hampir
setengah dari subjek yang diwawancarai mengatakan tidak mungkin atau sulit
untuk melakukan pekerjaan tanpa telepon seluler. Dampak telepon seluler
bagi kehidupan sosial juga menemukan bahwa setengah dari responden menggunakan
handphone mereka untuk tujuan bisnis saat melakukan liburan, mengaburkan batas
antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Temuan lain adalah memiliki
handphone meningkatkan beban kerja seseorang, tetapi ada juga yang mengatakan
bahwa handphone meningkatkan produktivitas mereka.
Ketiga adalah
dampak demografis. Telepon seluler memiliki pengaruh yang berbeda pada
demografis yang berbeda. Warga lanjut usia, terutama mereka yang memiliki
masalah mobilitas, bisa mengurangi rasa terisolasi dengan menggunakn handphone
dan tidak tergantung pada kunjungan dari orang lain untuk tetap berhubungan
dengan dunia luar. Dampak positif handphone bagi anak-anak dan remaja adalah
memungkinkan mereka mengembangkan kemandirian mereka. Penelitian tahun 2007
oleh Australia Nastional University mengungkapkan bahwa 30% orang tua akan
membiarkan anak mereka berada di luar jika memegang handphone agar tetap bisa
dihubungi.
Keempat,
memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dalam berbagai cara, termasuk
panggilan, pesan teks, IM (Instant Messaging), dan email. Berkomunikasi melalui
teks memungkinkan seseorang untuk melakukan percakapan dengan orang lain yang
mungkin tidak tepat untuk dilakukan di depan umum atau di acaraa tertentu. Dengan
terciptanya telepon seluler smartphone, pengguna dapat mengakses akun jejaring
sosial melalui handphone mereka, meningatkan jumlah metode dimana seseorang
dapat berkomunikasi. Teknologi ponsel juga memudahkan kita dalam berkomunikasi, kita
tidak lagi harus bertatap muka apabila ingin berbicara, kia bisa menggunakan
ponsel untuk menelpon, sms, bahkan videocall. Jangankan untuk kegiatan
sehari-hari, pada saat hari raya iedul fitri saja contohnya, kita dengan mudah
telpon atau sms untuk mengucapkan maaf lahir batin apabila kita tidak sempat
berkunjung, kurang afdol memang, tapi setidaknya kita telah dimudahkan dengan
cara itu. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin cepat dan canggih,
kita sebagai masyarakat harus mampu menyikapi dengan cermat, jangan sampai kita
mendapatkan kerugian gara-gara menggunakan teknologi tinggi hanya karena
ikut-ikutan saja atau gaya-gayaan semata. Terutama saat ingin membeli ponsel
baru, itu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kita, jangan kita membeli
ponsel karena sedang trendnya, padahal kita belum menguasai benar cara
pengoprasiannya, dan yang terjadi justru akan tidak menghasilkan sebab tidak dapat
menggunakanfasilitas yang terdapat dalam ponsel tersebut.
Dampak negatif
penggunaan telepon seluler yang paling mencolok pada anak adalah perubahan tingkah laku.
Terlalu sering menggunakan ponsel yang memiliki beberapa aplikasi dan fitur
menarik, membuat anak tidak terlalu peka terhadap lingkungan. Jika komunikasi
antara anak dan orang tua lebih banuyak menggunakan ponsel, maka dampak negatif
penggunaan ponsel seperti ini berimbas buruk pada hubungan orang tua dan anak. Dampak
kultural yakni bahwa ponsel tidak hanya sebagai teknologi komunikasi namun juga
sebagai hal yang mencerminkan ikatan emosional dan budaya yang melambangkan
status sosial manusia sehingga manusia selalu melihat ponsel sebagai ukuran
status manusia dan berlomba untuk selalu mendapat serta mengganti ponsel dengan
tipe model
yang terbaru dimana kasusu ini sering
terjadi dikalangan siswa SMP dan siwa SMA. Dengan telepon seluler masyarakat
kini lebih cenderung menjadi masyarakat yang malas karena hanya dengan telepon seluler dapat
melakukan berbagai aktifitas komunikasi sehingga proses interaksi secara
langsung atau tatap muka dengan orang lain jarang dilakukan, sering kali sekarang ini dengan adanya telepon
seluler disebut sebagai budaya instan.
Jika kita pelajari sejarah Indonesia maka kita akan sadar bahwa kebudayaan
masyarakat indonesia itu bagus sekali khususnya untuk wilayah Jawa dimana
masyarakat Jawa dikenal sopan, santun, ramah, bersosialisasi tinggi. Dan budaya
di Jawa juga memiliki nilai moral etika yang bernilai bagus di mata masyarakat
pada umumnya namun karena dampak yang diperoleh dari perkembangan telepon
seluler nilai-nilai etika dan moral yang ada telah semakin runtuh contohnya
banyak kasusu yang terjadi seperti, sekarang banyak pemuda yang ketika
melakukan ibadah sambil membawa telepon seluler dan banyak kasus telepon
seluler tersebut berbunyi kencang yang membuat para masyarakat yang beribadah
lainya terganggu, jika sudah seperti ini dimana sopan santunya dimana nilai
saling menghargai sesama masyarakatnya. Disisi lain semakin hancurnya nilai
moral remaja-remaja indonesia, dimana dengan fitur-fitur telepon seluler yang
semakin modern terdapat penyalahgunaan seperti sekarang banyak remaja siswa
SMP, siswa SMA dan bahkan siswa SD memiliki konten-konten porno yang terdapat
di telepon selulernya, inilah yang membuat nilai moral masyarakat bangsa
Indonesia menurun.
Dari segi lainya kurangnya minat
pemuda Indonesia terhadap kebudayaan-kebudayaan yang telah ada seperti tarian
khas dari daerah-daerah masyarakat Indonesia dan Jawa kususnya dimana sekarang
pemudanya lebih menyukai mempelajari tarian tarian dari mancanegara yang di
anggap sebagai trend modern yang dikarekan fitur internet yang begitu mudah dan
cepat dari telepon seluler tidak hanya dari seni tari namun seni musikpun juga
kurang diminati dimana terbukti dengan fitur media player musik yang ada di
ponsel dimana pemuda lebih suka mendengarkan lagu-lagu yang berlirikan barat.
Bahkan untuk untuk era globalisasi ini khususnya masyarakat Jawa untuk
pemudanya menggunakan fitur yang ada di telepon seluler untuk belajar bahasa
asing seperti bahasa Inggris, bahasa Jepang namun mereka tidak bisa berrbahasa
Jawa halus (kromo inggil) lalu dimana letak kebudayaan Jawa dari pemuda
tersebut jika bahasa saja tidak mampu. Bahkan penyalahgunaan telepon seluler
juga tidak hanya terjadi pada remaja namun juga orang tua seperti media untuk
melakukan penipuan, sebagai media melakukan perselingkuhan dan penyelewengan
lainya lalu dimana etika etika yang ada dalam masyarakat Jawa seharusnya jika
penerusnya tidak ada yang mempedulikanya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Telepon seluler
merupakan perkembangan dari ilmu pengetahuan teknologi yang semakin canggih
dimana telepon seluler di era globalisasi ini menjadi salah satu budaya baru
bagi masyarakat indonesia dimana dipandang memiliki nilai kebutuhan yang
tinggi, dimana telepon seluler berperan penting dalam proses komunikasi dan
informasi di Indonesia namun telepon seluler juga mempunya dampak negative yang
cukup buruk bagi perkembangan budaya masyarakat indonesia di era globalisasi
ini. Dan dampak postive dengan adanya telepon seluler ini perlu untuk dijaga karena
sangat membantu dalam kehidupan masyarakat indonesia dengan perkembangan yang
terus berkembang pesat diharapkan telepon seluler memberikan lebih banyak
dampak positivenya dalam hal penggunaan dari pada segi negativenya.
DAFTAR PUSTAKA
Smartfren. 2013. Laporan Tahunan PT.Smartfren Telekom Tbk Tahun 2013. Jakarta
Jill Griffin.2005.
Consumer Loyality Menumbuhkan dan
Mempertahankan
Kesetiaan
Pelanggan. Jakarta: Erlangga
Mardialis, ahmad.2005. Meraih Loyalitas Pelanggan. Benefit Penelitian dan
Pengembangan Ekonomi
Anonymous :
https://teknojurnal.com/perkembangan-pasar-handphone-di-indonesia-dari-tahun-2005-hingga-2010/ diakses 29-11-2016 20.20
Anonymous :
Penulis: 1. Tiara Putri Prayogi
2. Faizal Prayoga

Comments
Post a Comment